Minggu, 10 Maret 2013

Tanggalnya Gigi di Usia Dewasa Terkait dengan Risiko Tinggi Penyakit Jantung


Tanggalnya gigi adalah hal yang wajar terjadi pada anak-anak karena gigi susu tersebut akan segera digantikan oleh gigi kekal yang permanen sampai tua. Kehilangan gigi kekal di usia dewasa bukanlah hal yang normal karena telah dikaitkan dengan risiko tinggi penyakit jantung.

Para peneliti di San Francisco menganalisis data dari hampir 16.000 orang di 39 negara yang memberikan informasi tentang kondisi kesehatan giginya, termasuk berapa banyak gigi yang tanggal di usia dewasa dan frekuensi pendarahan gusi.

Sekitar 40 persen dari peserta yang terlibat dalam studit tersebut rupanya hanya memiliki kurang dari 15 gigi dan bahkan sekitar 16 persen tidak lagi memiliki gigi karena penyakit periodontal, sementara 25 persen melaporkan mengalami pendarahan gusi.

Peneliti menemukan bahwa setiap penurunan jumlah gigi, ada peningkatan kadar enzim berbahaya yang mempromosikan peradangan dan pengerasan pembuluh darah. Para penulis penelitian juga mencatat bahwa tanggalnya gigi mungkin dapat menjadi penanda risiko penyakit jantung, peningkatan kadar kolesterol 'jahat' (LDL), gula darah tinggi, serta tekanan darah tinggi.

Orang dengan gigi yang lebih sedikit juga lebih mungkin mengembangkan diabetes, dengan meningkatnya risiko sebanyak 11 persen terhadap setiap penurunan jumlah gigi.

Tanggalnya gigi di usia dewasa lebih sering terjadi pada perokok atau mantan perokok. Sedangkan pendarahan pada gusi telah dikaitkan dengan tingkat kolesterol jahat dan tekanan darah yang tinggi.

Hasil penelitian tersebut akan dipresentasikan hari Sabtu (9/3) besok pada pertemuan tahunan American College of Cardiology (ACC), di San Francisco, seperti dilansir Everyday Health, Jumat (8/3/2013).

"Alasan terkaitnya hubungan antara gigi, kesehatan gusi dan kesehatan jantung masih belum jelas. Kami percaya bahwa ada hubungan antara peradangan sistemik, yaitu adanya bakteri dalam darah dari gigi yang terinfeksi, dengan bakteri yang menyerang plak jantung," terang Dr. Ola Vedin, dari departemen ilmu kedokteran di Uppsala University, Swedia.



http://health.detik.com/

Hai Wanita, Bila Punya Gejala Ini Artinya Anda Kurang Gizi


Setiap tahunnya, tanggal 8 Maret selalu diperingati wanita sejagat sebagai Hari Perempuan Internasional. Sayangnya, masih ada saja wanita-wanita yang tidak memperhatikan kesehatannya. Banyak gejala gangguan kurang gizi yang diabaikan wanita.

Dibandingkan pria, hidup wanita cenderung lebih teratur. Harapan hidup pun biasanya lebih tinggi. Tapi karena banyak urusan yang harus diselesaikan, baik urusan pekerjaan dan rumah tangga, tidak sedikit wanita yang mengabaikan kondisi tubuhnya sendiri.

Seperti misalnya kurang gizi, banyak wanita tidak menyadari dirinya mengalami kondisi tersebut. Padahal gejalanya bisa terjadi dalam kesehariannya.

Berikut beberapa gejala yang menandakan bahwa wanita kurang gizi, seperti dilansir Boldsky, Sabtu (9/3/2013):

1. Kelelahan
Gejala utama dan paling banyak terjadi pada wanita kurang gizi adalah kelelahan. Wanita yang kurang gizi tidak akan memiliki energi untuk melakukan kegiatan, bahkan untuk makan sekalipun. Ketika otot tidak mendapatkan cukup nutrisi penting seperti kalsium, otot akan menjadi lelah dan akibatnya tubuh kehilangan energi.

2. Tekanan darah rendah
Jika Anda mengalami kurang gizi, tekanan darah akan selalu rendah (hipotensi). Jika Anda tidak makan karbohidrat dan lemak, tubuh akan kekurangan glukosa dalam darah, yang akhirnya berpengaruh pada tekanan darah.

3. Sering pusing
Ketika tekanan darah drop, tubuh akan kehilangan keseimbangan dan kepala akan terasa berputar. Kondisi ini menyebabkan Anda mengalami pusing dan sakit kepala.

4. Anemia
Anemia di kalangan wanita sangatlah umum. Anemia terjadi karena tubuh wanita tidak mendapatkan cukup makanan yang mengandung zat besi. Kondisi ini makin diperparah ketika wanita sedang menstruasi atau setelah melahirkan.

5. Sensitif dan mudah tersinggung
Perubahan hormon di tubuh wanita terjadi begitu mudah. Ketika tubuh wanita tidak mendapatkan cukup nutrisi, keseimbangan hormon pun terpengaruhi. Ini menjadi satu penyebab suasana hati wanita yang tidak baik.

6. Rambut rontok
Rambut dan kulit menjadi sehat bila tubuh Anda juga sehat. Jika Anda tidak mendapatkan cukup makanan yang bergizi, rambut akan menjadi rapuh dan mudah patah. Jika Anda mengalami kerontokan rambut yang tidak normal, bisa jadi itu tanda-tanda Anda mengalami kurang gizi.

7. Menstruasi tidak teratur
Ketika tubuh tidak mendapatkan cukup zat besi dan kalsium, tubuh akan menjadi 'kelaparan'. Dalam kondisi tersebut, tubuh mulai menyimpan nutrisi dan menghentikan darah menstruasi. Kekurangan zat besi adalah salah satu alasan umum untuk ketidakteraturan menstruasi.

8. Berat badan turun
Kurang gizi bukan hanya perkara kekurangan vitamin dan mineral. Ketika Anda mengurangi karbohidrat dan protein, tubuh juga akan menjadi kurang gizi. Pada kasus ini, gejalanya bisa terlihat dengan penurunan berat badan.

9. Gampang sakit
Ketika tubuh kekurangan zat pembangun imunitas seperti vitamin C, zinc dan nutrisi vital lainnya, tubuh akan menjadi gampang sakit. Anda juga perlu curiga ketika penyakit yang Anda derita tak kunjung sembuh.

10. Kulit mudah memar
Kulit yang mudah memar pertanda pembuluh darah kapiler Anda rapuh. Kondisi ini terjadi bila jumlah platelet darah berkurang. Ini berarti Anda membutuhkan vitamin K dan folat dalam jumlah banyak.


http://health.detik.com

Awas, 7 Gejala Kanker pada Wanita Ini Jarang Dikenali


Tak ada yang mau mengidap kanker, tak peduli pria maupun wanita. Tapi wanita memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap kanker, terutama beberapa jenis kanker paling mematikan seperti kanker payudara dan kanker kulit. Padahal jika terdeteksi sejak dini maka penyakit mematikan ini bisa ditangani lebih cepat sekaligus meningkatkan harapan hidup si pasien.

Oleh karena itu, untuk mempercepat proses identifikasi, setiap wanita perlu mempelajari 7 gejala yang tak banyak dikenali wanita sebagai gejala kanker seperti halnya dikutip dari emaxhealth, Jumat (8/3/2013) berikut ini.

1. Kembung
Wanita sudah terbiasa mengalami kembung, terutama ketika sedang menstruasi. Tapi jika kembungnya tidak kunjung pergi dan terus menghantui selama berminggu-minggu, bisa jadi itu mengindikasikan adanya kanker ovarium.

Gejala lainnya adalah nyeri pada pinggul atau perut, sering mendadak kebelet pipis atau sering buang air kecil, serta sering merasa kenyang meski hanya makan dengan porsi yang sangat kecil. Jika gejala-gejala ini terdengar familiar, segera temui dokter Anda.

2. Perubahan puting
Pusar bukanlah satu-satunya bagian tubuh yang bisa menonjol keluar (outie) atau masuk ke dalam (innie). Jadi jika biasanya puting payudara Anda menonjol keluar (outie) lalu tiba-tiba salah satu atau keduanya berubah menjadi masuk ke dalam (innie), bisa jadi itu karena kanker. Kecuali jika salah satu atau kedua puting biasanya masuk ke dalam maka itu berarti tak ada masalah yang perlu dikhawatirkan.

Tak hanya perubahan puting payudara, keluarnya cairan dari puting (pada wanita yang tidak menyusui) juga bisa jadi gejala kanker payudara dan kondisi itu harus segera diperiksakan ke dokter.

3. Pigmen kulit berubah
Kanker kulit mematikan yaitu melanoma berasal dari sel-sel kanker yang menyerang sel penghasil pigmen yang disebut melanosit. Meski biasanya orang-orang cenderung mengkaitkan kanker kulit dengan tahi lalat, nyatanya kanker ini juga bisa muncul akibat perubahan pigmen kulit.

Pada wanita, melanoma biasanya muncul di punggung atau kaki, meski tak menutup kemungkinan untuk muncul di bagian tubuh lainnya. Jadi ketika pigmen Anda berubah, segera temui dokter kulit Anda.

4. Perdarahan yang tak biasa
Wanita yang mengalami perdarahan tapi tidak sedang haid atau terjadi perdarahan setelah memasuki masa menopause bisa jadi terkena kanker endometrium. Perdarahan tak biasa lainnya juga bisa terjadi pada rektum atau anus dan mengindikasikan kanker kolorektal atau usus besar.

Keluar darah saat buang air kecil/besar juga dapat mengindikasikan adanya kanker ginjal atau kanker kandung kemih. Untuk itu, segala jenis perdarahan yang tak biasa harus diperiksakan ke dokter.

Tapi karena sulit membedakan antara perdarahan yang tak biasa dengan darah yang keluar saat haid, setiap wanita disarankan untuk memperhatikan (kalau perlu mencatat) jika ada bercak darah yang tiba-tiba muncul dan berlangsung selama beberapa minggu. Nantinya info ini dapat disampaikan kepada dokter untuk membantu mendeteksi apa yang terjadi pada tubuh Anda.

5. Berat badan mendadak turun
Berat badan turun merupakan hal yang diidam-idamkan setiap wanita tapi bagaimana jika berat badan mendadak turun hanya dalam waktu beberapa bulan? Bisa jadi itu adalah pertanda adanya masalah kesehatan, entah itu kanker atau hipertiroidisme yang seringkali dialami oleh wanita.

Hal ini akan terlihat jelas, terutama jika Anda tidak sedang menjalankan program diet, mengonsumsi obat-obatan tertentu atau rutin melakukan aktivitas fisik. Apalagi hal itu terjadi, segera temui dokter Anda.

6. Demam tanpa sebab yang jelas
Suhu tubuh yang meningkat merupakan gejala adanya infeksi tapi jika Anda tidak sedang flu atau terkena infeksi lain, bisa jadi demam itu mengindikasikan adanya kanker di dalam tubuh Anda. Namun demam yang dikaitkan dengan kanker biasanya bertahan hingga lebih dari tiga hari dan bisa naik-turun.

Yang perlu Anda ketahui adalah kanker yang biasanya diawali dengan gejala demam yaitu limfoma dan leukemia.

7. Batuk membandel
Yang dikatakan sebagai batuk membandel adalah batuk yang bertahan hingga 3-4 minggu atau lebih dari 8 minggu. Meski batuk membandel bisa diasosiasikan dengan demam, alergi dan flu tapi kondisi ini juga dapat mengindikasikan adanya kanker paru-paru. Jika hal ini terjadi pada Anda, apalagi jika Anda adalah seorang perokok, jangan tunda kunjungan Anda ke dokter.

http://health.detik.com

Prosedur Baru Turunkan Berat Badan dengan Mengontrol Hormon Lapar


Bagi beberapa orang yang hampir putus asa menurunkan berat badan, kini para peneliti menemukan cara baru yang mungkin efektif membantu diet penurunan berat badan. Prosedur tersebut bertujuan mengontrol hormon lapar untuk mengendalikan nafsu makan.

"Prosedur baru ini mungkin menjadi metode medis penurunan berat badan yang sangat sederhana dan dapat menjadi alternatif dari operasi bariatrik," kata Dr. Nicholas Kipshidze dari New York Cardiovascular Research di New York, yang memimpin penelitian.

Penelitian ini hanya melibatkan 5 orang obesitas untuk mencoba prosedur embolisasi arteri kimia lambung (gastric artery chemical embolization) yang disingkat dengan GACE. Hasilnya sangat mengejutkan karena kelima pasien mengalami penurunan berat badan rata-rata lebih dari 45 kg hanya dalam waktu 6 bulan.

GACE bekerja dengan cara menghalangi arteri di perut yang memberikan suplai darah ke area perut yang menghasilkan sebagian besar hormon ghrelin, yaitu hormon yang merangsang nafsu makan.

Temuan tersebut dijadwalkan untuk dipresentasikan pada pertemuan tahunan American College of Cardiology, yang dimulai akhir pekan ini di San Francisco. Data dan kesimpulan dari penelitian yang telah disajikan tersebut akan diterbitkan dalam jurnal peer-review.

Prosedur GACE dilakukan dengan menempatkan kateter di selangkangan partisipan. Kateter tersebut berulir melalui arteri sampai mencapai bagian atas perut, yang disebut fundus lambung. Kemudian, manik-manik kecil yang dijalankan melalui kateter, akan memblokir arteri.

"Meskipun prosedur ini menyebabkan aliran darah ke perut berkurang, risiko kematian organ perut akibat kekurangan darah sangatlah kecil, karena jaringan mendapatkan darah dari pembuluh darah lainnya," jelas Kipshidze, seperti dilansir Everyday Health, Sabtu (9/3/2013).

Tingkat ghrelin satu bulan pertama berkurang hingga 29 persen, 36 persen setelah 3 bulan, dan 18 persen setelah 6 bulan. Hasilnya, pasien kehilangan berat badan sekitar 29 kg setelah satu bulan, kemudian kehilangan berat badan rata-rata 37 kg di bulan ketiga, dan setelah 6 bulan, berat badan pasien rata-rata berkurang sebanyak 45 kg.

Ghrelin adalah salah satu dari banyak hormon yang dikenal mempengaruhi rasa lapar dan nafsu makan. Usaha memanipulasi hormon ini ternyata dapat menurunkan berat badan yang bertahan hingga jangka panjang.

Prosedur ini tidak mungkin menjadi alternatif untuk mengatasi faktor gaya hidup. Sehingga untuk benar-benar menguji efektivitas prosedur, peneliti tidak memberitahu pasien untuk mengubah diet atau berolahraga. Tetapi meski pasien tidak diminta diet, dirinya mampu mengontrol nafsu makan secara alami setelah menjalani prosedur tersebut.

Sejauh ini belum ada komplikasi yang terjadi akibat prosedur GACE. Namun, para ahli mencatat bahwa ketika salah satu hormon ditargetkan, tubuh biasanya menemukan cara lain untuk berkompensasi. Sehingga masih diperlukan penelitian lanjutan untuk memastikan tidak ada komplikasi dan agar penurunan berat badan tersebut sifatnya tetap.

Embolisasi arteri kimia lambung atau GACE memiliki beberapa keunggulan dibandingkan prosedur penurunan berat badan lainnya, seperti operasi bypass lambung. Prosedur-prosedur lainnya adalah operasi besar dengan segala konsekuensi dari operasi apapun, termasuk rawat inap dan waktu pemulihan yang lebih lama dari GACE.




http://health.detik.com

Jumat, 08 Maret 2013

Ini Caranya Merawat Organ Dalam Tubuh Agar Sehat Setiap Hari


Untuk menjaga kesehatan otot-otot tubuh dan menjaga penampilan, olahraga mutlak diperlukan. Namun untuk merawat organ dalam seperti paru-paru, jantung dan liver, olahraga saja tidak cukup. Ada beberapa hal yang diperlukan untuk menjaga kondisinya tetap prima.

Ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan organ dalam. Kebanyakan di antaranya adalah menjaga asupan makanan dan menerapkan gaya hidup sehat. Karena tidak nampak dari luar, organ-organ ini relatif lebih sulit untuk dipantau, jadi usahakan agar rutin menjalankan kebiasaan sehat.

Seperti dilansir Body and Soul, Rabu (6/3/2013), beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan organ dalam adalah sebagai berikut:

1. Otak
Penurunan kemampuan otak dimulai sebelum menjelang usia 40 tahun, sehingga harus menjadi perhatian utama. Untuk menjaga otak tetap sehat, caranya adalah dengan mengasah kemampuannya dengan melakukan kegiatan baru, misalnya belajar bahasa asing dan rajin membaca.

Air adalah salah satu bahan bakar otak. Tubuh perlu makan setiap 2 - 3 jam, bisa disela dengan mengemil kacang-kacangan dan biji-bijian. Fungsi otak juga dapat ditingkatkan dengan mengkonsumsi ginkgo biloba atau suplemen minyak ikan.

2. Paru-paru
Agar paru-paru tetap sehat hingga tua, hindari asap tembakau, asap mobil dan polusi udara. Bahkan mengenakan pakaian ketat juga dapat melemahkan fungsi paru-paru karena mengganggu pergerakannya untuk mengembang dengan bebas.

Tak lupa, sertakan banyak buah dan sayuran dalam makanan, terutama apel yang penuh dengan vitamin E. Vitamin ini berkaitan dengan fungsi paru-paru yang optimal. Untuk menjaga kesehatan paru-paru, makanlah minyak ikan cod atau suplemen vitamin D.

3. Hati
Konsumsi alkohol berlebihan bukanlah satu-satunya musuh bagi hati atau liver. Minum pil pereda nyeri dengan dosis berlebih juga penyebab gagal hati akut yang paling umum. Kelebihan suplemen vitamin A juga dapat membebani organ yang berfungsi menyaring racun keluar dari tubuh.

Cobalah minum minuman lemon di pagi hari atau minum teh dandelion untuk merangsang sekresi empedu hati yang dapat membuang racun. Tak lupa, pastikan mendapat vaksin hepatitis agar terlindungi dari virus yang terkenal suka menyerang hati.

4. Jantung
Kerusakan pada organ yang satu ini paling ditakuti oleh banyak orang. Kolesterol, diabetes dan gaya hidup yang tak sehat dapat merusak jantung. Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah pembunuh yang sulit dideteksi karena sering terjadi tanpa menampakkan adanya gejala.

Jalani latihan kardiovaskular secara rutin untuk mempertahankan fungsi jantung. Jantung yang tidak berfungsi dengan baik artinya tidak mampu memompa darah dengan benar. Antioksidan juga perlu diminum serta memeriksa tekanan darah secara rutin.

5. Ginjal
Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan gagal ginjal, mulai dari berbagai obat seperti aspirin, obat penurun kolesterol, bahkan beberapa jenis ramuan Cina. pastikan mengkonsumsi obat sesuai dosis dan gunakan obat atau jamu yang sudah mendapat izin edar.

Banyak minum juga akan sangat membantu ginjal membilas racun. Pastikan jumlahnya tidak melebihi 3 liter air dalam sehari. Sumbernya tidak harus dari air minum saja, bisa juga dari teh hijau, jus buah dan sayuran.

6. Pankreas
Pankreas berfungsi melepaskan enzim untuk memecah makanan. Tapi jika terus-menerus makan makanan yang tinggi kadar gulanya, selain memperbesar risiko diabetes, juga akan membuat organ ini kewalahan karena bekerja terlalu keras.

Agar pankreas tetap sehat, jagalah pola makan secara teratur sehingga organ ini tak harus bekerja terlalu keras. Pastikan juga agar tidak makan berlebihan.




http://health.detik.com

Suka minum air pengaruhi kebiasaan hidup sehat

Suka minum air pengaruhi kebiasaan hidup sehat
Para dokter selalu menyarankan untuk minum banyak air dan mengurangi kebiasaan minum minuman dalam kemasan. Selain terbukti dapat menyehatkan tubuh, minum banyak air membuat seseorang cenderung memilih makanan yang sehat.

Penelitian yang dipimpin oleh Bettina Cornwell, PhD, dari University of Oregon dan Dr Anna R. McAlister dari Michigan State University menyoroti bagaimana keputusan sederhana tentang cara memilih minuman dapat mempengaruhi kebiasaan makan seseorang, seperti dilansir Healthypro.org.

Studi pertama melibatkan 60 orang dewasa berusia 19-23 tahun. Peneliti berfokus pada kebiasaan seseorang dalam memilih minuman dan makanan. Hasilnya menunjukkan bahwa keputusan untuk minum soda memicu seseorang untuk makan makanan berkalori tinggi dan asin.

Studi kedua kemudian difokuskan pada 75 anak prasekolah usia 3-5 tahun. Para peneliti ingin melihat apakah cara memilih minuman juga mempengaruhi kebiasaan makan mereka. Rata-rata, anak-anak yang suka makan sayuran lebih sering minum jus atau minuman manis. Pada akhirnya, peneliti pun menyimpulkan bahwa kebiasaan minum air putih sejak masa kanak-kanak dapat mempertahankan kondisi tubuh seumur hidup.

Soda dan jus mengandung gula yang dapat menyebabkan diabetes dan obesitas. Kebiasaan mengonsumsi minuman manis ditambah makanan asin selama masa kanak-kanak akan terbawa hingga seseorang tumbuh dewasa. Pada akhirnya, kebiasaan ini mengarah pada gaya hidup tidak sehat.

Dalam lingkungan keluarga, air minum harus menjadi pilihan pertama setiap kali makan. Selain itu, Anda juga harus mengurangi atau meminimalkan konsumsi soda atau jus untuk anak-anak.




http://www.merdeka.com